North Korean Traffic Cop + THE LOST PHOTOS


Selain kepingin tahu seperti apa itu salju ..hehehe... salah satu yang membuat saya penasaran dan ingin sekali saya lihat pada saat pertama kali datang ke Korea Utara adalah Polisi Lalu Lintas -nya.

Polisi lalu lintas (Polantas) ini bertugas di setiap pertigaan, perempatan dan persimpangan jalan raya yang di situ terdapat lampu lalu lintas, kadang-kadang ada juga yang bertugas di pinggir jalan yang tidak ada lampu lalu lintasnya dan mengawasi kondisi lalu lintas di setiap sudut jalan, meskipun kondisi jalan raya di Korea Utara bisa dibilang sangat sepiiiii dari kendaraan karena jumlah kendaraan yang masih sangat sedikit, intinya sangat terbebas dari macet, namun jumlah Polantas-nya bisa dibilang lumayan banyak khususnya di Ibu Kota Korea Utara yaitu Pyongyang.

Bahkan selama 24 jam penuh, selalu ada Polantas yang bertugas, meskipun tidak ada kendaraan yang melintas satu pun. Pengalaman pribadi, seringkali saya berkeliling kota Pyongyang pada malam hari dan pada dini hari menggunakan kendaraan pribadi untuk sekedar melihat suasana 'kegelapan',  'kepekatan' dan gelap gulita-nya kota Pyongyang di malam hari, dan di setiap persimpangan jalan raya selalu ada Polantas dan mereka tetap berdiri di tengah ataupun di pinggir jalan dengan penuh wibawa sambil memegang tongkat lampu, padahal suasanan jalan raya gelaaaaaaaaaap dan kendaraan yang melintas bisa dibilang 'nihil', sungguh disiplin tugas luar biasa. Dan lebih salutnya lagi, mereka tetap disiplin sekalipun pada saat malam hari di musim dingin !!! Gak kebayang berdiri sepanjang malam di pinggir jalan di tengah musim dingin yang suhu real-nya bisa mencapai minus 15 derajat celcius. Satu kata : HEBAT.

Nah, disini saya ingin berbagi beberapa foto Polantas Korea Utara hasil jepretan saya yang saya kumpulkan sejak pertama saya datang ke Korea Utara bulan Nopember 2012 sampai dengan bulan Mei 2015.

Cekidot !


Seorang Polantas Wanita sedang bertugas mengatur lalu lintas ketika lampu lalu lintas di persimpangan ini tidak berfungsi untuk sementara.


Seorang Polantas Pria sedang menjalankan tugasnya.

Seorang Polantas Wanita sedang bertugas di tepi jalan mengawasi suasana jalan raya

THE LOST PHOTO 

Ini adalah salah satu foto yang sangat berkesan bagi saya selama saya tinggal di Korea Utara. 
Ceritanya begini, pada tanggal 10 Mei 2013, pukul sekitar pukul 21.00 saya sedang hunting foto sendirian di sekitar Mansudae Hill Grand Monumen, malam itu saya mengambil foto patung perunggu pemimpin Korea Utara yaitu Kim Il Sung dan Kim Jong Il dan suasana Kota Pyongyang pada malam hari, setelah selesai mengambil beberapa gambar di situ kemudian saya berencana pulang ke rumah, saat dalam perjalanan menuju tempat saya memarkirkan mobil, dari kaki bukit Mansudae saya melihat ada segerombolan orang Korea Utara yang sedang melakukan aktivitas syuting, kemudian saya jalan mendekati ke tempat syuting tersebut, ternyata sedang video syuting seorang Polantas wanita, setelah saya pertegas wajah wanita tersebut ternyata dia adalah Ri Kyong Sim (Siapa dia ? saya akan menjelaskan lebih lanjut di foto berikutnya) Polantas yang sedang populer di media massa di Korea Utara dan media massa internasional pada waktu itu, kemudian (dengan bahasa Korea seadanya bercampur dengan bahasa tubuh :-D ) saya mencoba meminta izin ke salah satu petugas yang saat itu sedang memegang dan mengarahkan cahaya lampu ke arah Polantas wanita yang sedang di shoot video, saya meminta izin untuk memfoto si Ri Kyong Sim.
"Maaf Pak, bolehkah saya mengambil gambar wanita ini ?" tanya saya (sambil memperagakan cara orang memfoto)".
"Anda siapa ? berasal dari negara mana ?" petugasnya tanya balik.
"Nama saya Jaka, saya orang Indonesia, salah satu anggota keluarga dari kedutaan Indonesia di Pyongyang". Jawab saya.
"Ooo... iya silakan saja, boleh" petugasnya mengijinkan.
"Yes!". Dalam hati saya :-D

Dan saya pun mengambil gambar. Foto di atas ini adalah ketika Ri Kyong Sim sedang membawa bunga sambil menaiki anak tangga dari kaki bukit Mansudae menuju ke atas, ke patung perunggu Kim Il Sung dan Kim Jong Il. 

THE LOST PHOTO

Setelah sampai di hadapan patung perunggu Kim Il Sung dan Kim Jong Il, Ri Kyong Sim kemudian meletakkan bunga dan memberikan hormat kepada patung perunggu Kim Il Sung dan Kim Jong Il, pada latar belakang adalah Monumen to The Party Founding.

Siapa itu Ri Kyong Sim ? Ri Kyong Sim adalah seorang Polisi Lalu Lintas dari Korp Komando Lalu Lintas Kabupaten dari Biro Keamanan Rakyat Kota Pyongyang. Dia dianugerahi penghargaan sebagai "Pahlawan Republik", sebuah penghargaan yang biasanya diberikan kepada orang-orang yang melakukan aksi heroik pada masa perang. Pemberian anugerah Pahlawan Republik ini banyak memunculkan berita-berita spekulasi oleh media massa Internasional karena penghargaan sebagai Pahlawan Republik untuk seorang Polisi Lalu Lintas Wanita merupakan sebuah hal yang tidak biasa dan langka.

Seperti yang diberitakan oleh media massa nasional Korea Utara, KCNA (Korean Central News Agency) bahwa Ri Kyong Sim telah diberikan penghargaan sebagai Pahlawan Republik karena telah mendedikasikan dirinya sebagai pengendali lalu lintas yang sangat baik dan telah melakukan tindakan heroik dengan mencoba mengorbankan dirinya dalam aksi penyelamatan terhadap seorang Pemimpin Revolusi di Korea Utara dari sebuah kecelakaan yang tak terduga, namun siapa Pemimpin Revolusi yang diselamatkan dan seperti apa kecelakaan yang terjadi tidak dijelaskan secara rinci oleh KCNA.

Atas dasar pemberitaan yang tidak rinci oleh KCNA tersebut itulah banyak pemberitaan spekulasi-spekulasi yang bermunculan di media massa internasional, seperti yang diberitakan oleh www.telegraph.co.uk  dan Kompas.com .

Hingga saat ini belum ada berita yang jelas tentang siapa Pemimpin Revolusi yang diselamatkan oleh Ri Kyong Sim.
THE LOST PHOTO


Ri Kyong Sim danSeorang Tentara Pria (entah siapa) yang ikut sejak awal proses syuting berfoto di depan patung perunggu Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

THE LOST PHOTO


Nah, setelah syutingnya selesai, saya meminta ijin untuk berfoto berdua bersama Ri Kyong Sim tapi tidak diijinkan oleh petugas yang memimpin kegiatan syuting, dibolehkan berfoto bersama tetapi harus sekaligus bersama tentara pria (entah siapa) yang juga berada selama proses syuting.

Setelah berfoto bersama, saya pun pamit pulang kepada seluruh petugas yang melakukan syuting dan mengucapkan terima kasih karena telah diijinkan memfoto Ri Kyong Sim.

Setelah saya berjalan sekitar 100 meter menuruni anak tangga meninggalkan lokasi patung perunggu Kim Il Sung dan Kim Jong Il, tiba-tiba dari arah belakang saya terdengar suara keras dan lantang berteriak "Indonesia! Hey Indonesia! Indonesia!". Ternyata si petugas yang pertama kali mengijinkan saya untuk memfoto di awal tadi yang berteriak, saya pun langsung menoleh sambil melambaikan tangan sambil berjalan menjauh, kemudian terdengar lagi teriakan "Indonesia! Indonesia! Hey, Indonesia!" kemudian saya menoleh dan berhenti, dari kejauhan si petugas itu berlari ke arah saya dan mendekati saya, dia berkata "maaf, maaf" kemudian salah seorang pria (seorang petugas keamanan) dari arah tempat syuting tadi menyusul mendekati saya dan tiba-tiba berkata dan meminta saya untuk memperlihatkan foto-foto yang telah saya ambil selama proses syuting tadi.

"Tolong saya lihat foto-foto di kamera anda". Ucapnya.
"Kenapa? ada apa?" tanya saya.
"Tolong perlihatkan foto-foto di kamera anda" Ucapnya lagi + ekspresi wajah galak.
"Waduh, ada apaan nih?" Bisik hati gua.
"Maaf, maaf". Ucap petugas yang pertama kali mengijinkan saya memfoto proses syuting (dengan wajah ketakutan).

Lalu saya pun memperlihatkan gambar-gambar hasil foto saya sejak awal hunting foto di kawasan Mansudae Hill Grand Monumen sampai foto terakhir yang saya foto bersama Ri Kyong Sim.

Tiba-tiba...

"Delete ! Delete !" Ucap petugas keamanan dengan bahasa inggris berlogat logat korea "DILEITE".

Sambil mengarahkan telunjuknya ke arah LCD kamera saya, dia berkata lagi "Delete! Delete" dengan ekspresi wajah yang tegas dan serius.

Kemudian saya bertanya "Kenapa? Ada apa? Objek yang saya foto bagus, kenapa?"

Sambil menggelengkan kepala dan mengarahkan telunjuknya ke arah saya dia berkata lagi "Cepat, delete!"

Dengan jantung #dagdigdug saya pun mulai menghapus satu foto, kemudian sembari memutarkan telunjuknya di depan LCD kamera saya dia berkata "Semuanya, foto-fotonya, delete!".

Akhirnya semua foto-foto yang telah saya ambil sejak awal hunting foto tadi dan selama proses syuting video Ri Kyong Sim terpaksa dihapus semua.

Kemudian si petugas keamanan itu pergi meninggalkan saya sembari melotot ke arah petugas syuting (dengan wajah tertunduk) yang telah mengijinkan saya memfoto. Kemudian si petugas syuting tersebut berkata lagi "maaf ya Pak". Saya pun membalasnya "Ya, tidak apa-apa, saya mengerti, saya yang seharusnya minta maaf dan berterima kasih". Lalu si petugas itu pun pergi ke arah Ri Kyong Sim dan kerumunan petugas syuting lainnya.

Setelah itu saya kembali berjalan menuju tempat saya memarkirkan mobil, selama dalam perjalan pulang ke rumah saya berfikir bagaimana caranya mengembalikan file-file foto yang telah saya hapus tadi, padahal momen seperti tadi sangat jarang didapat. Sesampainya di rumah saya langsung menceritakan kejadian di atas tadi kepada isteri saya, isteri saya bilang kalau di laptopnya ada software yang bisa mengembalikan file-file foto yang telah dihapus tadi, saya langsung menghidupkan laptop dan mencoba mengembalikan file-file foto yang telah dihapus tadi dan Alhamdulillah berhasil !! 

Saya pun #jejingkrakan #bahagia karena file-file foto tadi sudah ada lagi dan dalam kondisi yang baik.

Itulah mengapa foto-foto Ri Kyong Sim di atas saya beri judul "THE LOST PHOTOS".


Seorang Polantas Wanita dengan gayanya yang keren sedang bertugas mengawasi lalu lintas

Seorang Polantas Pria sedang berpatroli menggunakan motor dinasnya.



Seorang Polantas Pria saat sedang bertugas mengawasi lalu lintas selama Parade Militer dalam Perayaan 60 Tahun berakhirnya Perang Korea, pada tanggal 27 Juli 2013
Seorang Polantas Pria saat sedang bertugas mengawasi lalu lintas selama Parade Militer dalam Perayaan 60 Tahun berakhirnya Perang Korea, pada tanggal 27 Juli 2013

Seorang Polantas Wanita yang sedang bertugas memberhentikan kendaraan (termasuk kendaraan saya) untuk melewati jalur di belakangnya karena sedang ada iring-iringan bus para Atlit Asian Games yang baru tiba di Kota Pyongyang setelah kembali dari ajang Asian Games di Incheon, Korea Selatan.

Dua orang Polantas Pria yang sedang bertugas mengawasi jalan raya, berjalan dengan tegap dan kompak. 

Seorang Polantas Pria sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di pinggiran Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang memberi hormat ketika ada mobil pejabat partai yang melintas di hadapannya.

Seorang Polantas Wanita sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang mengatur lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang mengatur lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Pria sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita sedang berjalan di sepanjang tepian jalan di sebuah jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Pria sedang menindak pengendara yang melanggar lalu lintas.

Seorang Polantas Wanita sedang mengawasi lalu lintas di jalan raya di Kota Pyongyang.

Seorang Polantas Wanita menggunakan jaket hujan disaat turun hujan.


Seorang Polantas Kelinci sedang bertugas mengawasi dan mengatur lalu lintas ;-D


Bagikan di Google Plus

1 komentar: