29th April Spring Friendship Art Festival (ASFAF) - Part 1-2

Sabtu, 12 April 2014 yang lalu, gue dan rekan-rekan WNI menghadiri undangan untuk menyaksikan acara '29th April Spring Friendship Art Festival 2014 (ASFAF)' yang diselenggarakan di gedung 'East Pyongyang Grand Theatre'.


ASFAF ke-29 ini diikuti oleh 21 negara antara lain: Belarusia, Indonesia, Swiss, Cina, Malaysia, Vietnam, Rusia, Kuba, Austria , Bulgaria, Perancis, Mongolia, Finlandia, Ukraina, Polandia, Italia, Jerman, Mesir, Thailand dan sebagainya termasuk INDONESIA



Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf RI) menugaskan Dwiki Darmawan Ethnic Ensemble dan soloist Putri Intan Permatasari Sukoco untuk mewakili Indonesia dalam acara budaya dua tahunan ini. Delegasi seni Indonesia diketuai oleh Bapak Hari Untoro Dradjat, Staf Ahli Menteri Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif, Kemenparekraf RI dan ethnic ensemble yang terdiri dari 10 musisi dipimpin oleh Muhammad Rudiana. Tim akan mengikuti seluruh kegiatan sejak tanggal 11 – 17 April 2014. Tim tampil 3 kali termasuk pada acara peringatan HUT kelahiran Kim Il Sung ke-102 pada tanggal 15 April 2014 dengan membawakan lagu keroncong Bengawan Solo ciptaan Gesang.


Sebelom masuk gedung, seyogianya kite begaya dulu dong ;-)



Nyang perempuan juga gak ketinggalan begaya
Poster
Neng..mau difoto kok malah pergi..? malu sama Bang Jack ya.. ;-)
Selain gue dan rekan-rekan, acara ini juga dihadiri oleh para utusan diplomatik asing, perwakilan dari badan-badan internasional, atase militer dan pejabat kedutaan yang ada di Korea Utara serta para tamu asing dan warga Korea di luar negeri.

Nah.. dalam ntuh acara, gue juga gak ketinggalan untuk mengabadikan momen-momen melalui kamera gue, selain sebagai dokumentasi, juga sekaligus untuk melatih dan menambah pengalaman dalam proses pembelajaran terhadap 'Dunia Fotografi' yang sedang gua gandrungi saat ini.

Sumpah, gak ada maksud apa-apa sih, gua hanya ingin mengeselatankan eh maksudnya hanya ingin mengutarakan mengenai bagaimana gua melakukan proses pengambilan gambar dalam acara ASFAF ini. Tujuannya sih simple aja.. gue sebagai orang yang sedang hobby sama yang namanya fotografi walaupun lebih kepada iseng belaka dan bukan serius secara kaidah dan harfiah apalagi mawadah warohmah..hehe.. tujuannya yaitu gue hanya ingin berbagi pengalaman aja buat Bro n Sis yang kebetulan baca postingan ini dan kebetulan juga baru atawa sedang belajar fotografi, siapa tau pengalaman gua ini bisa bermanfaat  bagi  Bro n Sis yang juga dalam proses pembelajaran fotografi.

Sebelum gue melangkahkan kaki untuk memasuki gedung pertunjukan, gue berpikir kira-kira nanti pertunjukannya kayak apa ya..terus ruangannya gimana ya.. dan yang terpenting pencahayaannya bakalan kayak apa ya...

Setelah gua masuk ke dalam gedung, niat gua pengennya nyari tempat duduk yang pas di tengah-tengah dan posisinya juga di tengah-tengah (gak kejauhan dan gak kedeketan) dari posisi panggung dan akhirnya gua dapet tempat yang menurut gua pas n cucok, TERNYATA eh TERNYATA tempat duduknya udah diatur sama panitia acara dan tempat duduk yang barusan gua tongkrongin itu adalah tempat duduk khusus Duta Besar dan para delegasi..Wadezig!!! secara otomatis (kayak maenan robot-robotan) gua pun menyingkir secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Kursi penonton

Gua pun dapet tempat duduk tepat di belakang Duta Besar dan delegasi cuma agak pinggiran dikit jadi gak pas di tengah ..hiks.. T_T

Panggung Pertunjukan

Oke, gpp.. posisi duduk bukan hambatan buat gua, itu hanya urusan perbedaan nasib semata ;-) . Dan gua pun duduk..berpikir..merenung..menerawang ke sekeliling di sekitar gue.. terus berpikir lagi nanti memfotonya gimana ya? Mode apa yang harus gua pakai? Settingan apa yang harus gua gunakan pada kamera gua? terus gua teringat kembali pepatah Om Darwis Triadi,  seperti apa yang gua sampaikan di postingan gue sebelumnya , Om Darwis bilang "Sebelum kita melakukan pemotretan, kita harus melihat dan merasakan cahaya terlebih dahulu", dan Om Darwis juga pernah berkata "Bagi fotografer pemula, yang terpenting adalah bagaimana mendapatkan moment yang tepat dan framing yang pas..kalau soal settingan kamera itu sih urusan gampang" wadezig! kata-kata itulah yang tiba-tiba memicu semangat gua untuk tetap semangat belajar dan belajar. Kemudian gua berpikir dan menerawang (kebanyakan menerawang, kayak pemburu hantu aja), akhirnya gua mendapatkan beberapa poin dari hasil penerawangan gua, yaitu :


1
Gua berada di ruangan tertutup (indoor);
2
Gua merasakan cahaya yang tersedia di rungan ini cukup lumayan, tapi gua pernah liat di siaran tipi-tipi Korea Utara, dalam acara pertunjukan panggung begini lampu-lampu di ruangan akan dipadamkan dan akan menjadi gelap kecuali lampu bagian panggung yang hanya akan menampilkan tata cahaya pertunjukan di atas panggung.
3
Dan gua gak bawa lampu flash dan juga gak bawa tripod, memang niatnya gak bawa karena kayaknya bakalan ribet bawa tools ke tempat itu, ternyata bener..tempat duduknya mepet-mepet kayak di bioskop. 
4
Gua berada di ruangan tertutup (indoor);

Disini gua memberanikan diri untuk menyetting kamera gue dalam Mode Manual, kenapa? karena ini merupakan tantangan buat gua untuk lebih mengasah ilmu fotografi yang sedang gua pelajari, agar lebih banyak pemahaman-pemahaman yang gua dapet tentang bagaimana mensinkronkan settingan kamera dengan situasi dan kondisi cahaya serta objek yang akan gua jepret.

Oke cukup sekian basa-basi dari gue tentang penjelasan yang mungkin gak penting atawa mungkin juga penting untuk Bro n Sis yang kebetulan baca postingan gua ini dan kebetulan juga sedang dalam proses pembelajaran dalam alam fotografi.. gua juga masih dalam proses belajar dan belajar.. semoga basa-basi gue bisa bermanfaat bagi pembaca.. ;-)

Oiya, disini gua menggunakan kamera DSLR yang gua punya satu-satunya dengan lensa standar bawaannya yaitu EFS 18-135mm f/3.5-5.6 IS.

Oke langsung cekidot aja... ini dia hasilnya ... ;-*

Pembawa Acara

Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/5.6
Kec. Rana: 1/250 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135 mm
Mode: Aperture Priority
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/100 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 41 mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
*Cropped

Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/8
Kec. Rana: 1/100 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135 mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
*Cropped

Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/8
Kec. Rana: 1/100 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135 mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/8
Kec. Rana: 1/100 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135 mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/8
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 100mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/8
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 113mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/8
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 100mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 400
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/7.1
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -

Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/40 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 52mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/40 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 75mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -

Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 52mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 120mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 120mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/50 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 135mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 106mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -
Fotografer: JakaParker_JakaKrisnadi 
Diagfragma: f/6.3
Kec. Rana: 1/80 Detik
ISO: 500
Exposure Bias: 0
Panjang Focal: 57mm
Mode: Manual
White Balance: Otomatis
Alat Bantu: -

Bagikan di Google Plus

0 komentar: