Video - Part 5-5 Cycling in Pyongyang, North Korea - 13 Desember 2015

This is the last part of my videos while cycling for about 25 kms around Pyongyang city. You can see the real Pyongyang life. Enjoy!!

0 komentar:

Video - Part 4-5 Cycling in Pyongyang, North Korea - 13 Desember 2015


0 komentar:

Video - Part 3-5 - Cycling in Pyongyang, North Korea - 13 Desember 2015

0 komentar:

Video - Part 2-5 - Cycling in Pyongyang, North Korea - 13 Desember 2015

0 komentar:

Video - Part 1-5 - Cycling in Pyongyang, North Korea - 13 December 2015

This is the first part of my videos while cycling for about 25 kms around Pyongyang city. You can see the real Pyongyang life. Enjoy.


I took this video in 13 December 2015

0 komentar:

Video - After School - Pyongyang Foreigners School - 평양 외국인 학교 - North Korea

Another video on my daily life in Pyongyang, North Korea. This is another shot when I was picking up my daughter after school, 19 November 2015.


0 komentar:

Video - Adelyna & Arittaptta in Pyongyang Rainbow Ship, North Korea

Adelyna Parker and Arittaptta Parker are my daughters. This is the first time I brought them to enter the newly opened-floating-restaurant on Taedong River, the boat/ship/ferry is named Rainbow (Mujigae) ship. It has 3 floors, and mostly restaurant inside. Well, we're there to look for their favorite menu. Ice Cream.


Bahasa:
Adelyna Parker dan Arittaptta Parker adalah anak-anak perempuan saya. Ini adalah pertama kalinya saya mengajak mereka memasuki Restaurant terapung yang baru saja dibuka dan diresmikan di atas Sungai Taedong pada bulan Oktober 2015, yang dinamakan/disebut sebagai Kapal/Ferry Pelangi. Terdiri atas 3 lantai, dan didalamnya terdapat beberapa restaurant. Kami kesana untuk mencari menu favorit anak-anak saya, tentu saja. Es Krim.

0 komentar:

Video - Taehak, Tongdaewon, & Cheongnyeon streets - Pyongyang, North Korea

A little peek on Pyongyang Street 3 December 2015


0 komentar:

Video - North Korea Snow White

0 komentar:

Video - Cycling around Munsudong District Pyongyang - 10 December 2015

This is a video when I was cycling around Munsudong District in Pyongyang, 10 December 2015. Enjoy!!


0 komentar:

Video - Adventures of my children at 평양 아동 (Pyongyang Children's Supermartket)

0 komentar:

Video - Driving Along Mirae Scientist Street - GoPro - 21st November 2015

This is my second attempt to enter the Mirae Scientist Street. Fortunately this time we were allowed to enter, I told the guard that we went to eat Pizza at An Italian Restaurant inside the street apartement's complex. Before the renovation started, we oftenly came to that Italia ala North Korea Pizza Restaurant.


This is the first time we enter this Mirae Scientist's Street after the renovation, the Pizza restaurant location is moved from its previous location, so at first I really cant find the restaurant, so I asked many local people around where the restaurant is..fortunately we found it...

I'll upload the other video inside the restaurant next time.

For a sneak peek into north korean daily life, please follow my instagram account : @jakaparker

0 komentar:

Video - Walking Along Taedong River - 14th November 2015

Taedong River is a large river in Pyongyang, North Korea, one of the longest river in North Korea. Walks along the banks of this river is one of my favorite, we meet friendly people, as well as a stunning and beauiful views of the city.


0 komentar:

Video - Pyongyang Foreigners' School - November 25th, 2015

I like to share my daily life in NK. I lived in a neighbourhood for foreigners in Diplomatic compound in Munsu District, Pyongyang. Inside the compound, there is a school for foreigner's children, it is Pyongyang Foreigners' school or Pyongyang School for Foreigners. I am recording my regular activity here when I picked up my daughter from that school, it was a break time for older students, so some of them playing outside, its also happened to be a very first snowfalls this winter, so some children are so happy playing with the snow. After that, we're both went to a shop located not far from the school, the shop is called Pyongyang Shop.


0 komentar:

Video - Pyongyang Traffic - GoPro - November 14th, 2015 - Part 2

Continuation of the previous video. 

This is the second part of two videos. Unfortunately I cannot enter the street yet, then I decided to go to kwangbok supermarket at kwangbok street, lets enjoy the views of Pyongyang city


Bahasa:
Ini adalah bagian kedua dari dua video, akhirnya saya belum diperbolehkan memasuki jalan ini, akhirnya saya pergi ke Supermarket Kwangbok di Jalan Kwangbok. Silakan menikmati pemandangan jalanan kota Pyongyang dari video ini.

0 komentar:

Video - Pyongyang Traffic - GoPro - November 14th, 2015 - Part 1


This is my first attempt to enter the newly opened Mirae Scientist's Street..i drove from my neighbourhood in Foreigner's compound in Munsu District, went alongside Taedong River in Pyongyang city, but unfortunately, there is a checkpoint before entering the newly Mirae Scientist Street. Finally, can I go inside? stay tune..

Bahasa:
Ini adalah percobaan pertama saya memasuki komplek Apartemen yang baru sekali diresmikan di Mirae Scientist's Street (Jalan Ilmuwan Masa Depan), saya berkendara dari kompleks tempat tinggal saya di kompleks perumahan untuk orang asing yang terletak di distrik Munsu, kemudian berkendara menuju sepanjang sisi Sungai Taedong, namun ternyata, untuk memasuki Mirae Scientist's Street harus melalui sebuah pos penjagaan terlebih dahulu..dapatkah saya akhirnya memasuki jalan ini?

0 komentar:

Video - Pyongyang street in a snowy day - January 16th, 2015


I took the video when I was driving around Pyongyang on Friday, 16 January 2015.


0 komentar:

Video - Pyongyang Traffic - 26 September 2015




I took this video while driving around Pyongyang city with my family, the traffic was crowded. Pyongyang's traffic today is a lot more different with it was before when we first came here in 2012. Today there's a lot more cars and taxis in Pyongyang.


Please follow my instagram @jakaparker to see more exclusive photos from inside north korea. 

0 komentar:

50 Photos of North Korean Traffic Police - June until August 2015


Foto-foto ini saya ambil dalam kurun waktu bulan Juni 2015 sampai dengan pertengahan bulan Agustus 2015.

Kelanjutan dari postingan sebelumnya - Jilid 1

Oiya, kalau mau tahu lebih banyak lagi tentang Korea Utara, silakan follow instagram saya @jakaparker


Cekidot !

0 komentar:

North Korean Traffic Cop + THE LOST PHOTOS


Selain kepingin tahu seperti apa itu salju ..hehehe... salah satu yang membuat saya penasaran dan ingin sekali saya lihat pada saat pertama kali datang ke Korea Utara adalah Polisi Lalu Lintas -nya.

Polisi lalu lintas (Polantas) ini bertugas di setiap pertigaan, perempatan dan persimpangan jalan raya yang di situ terdapat lampu lalu lintas, kadang-kadang ada juga yang bertugas di pinggir jalan yang tidak ada lampu lalu lintasnya dan mengawasi kondisi lalu lintas di setiap sudut jalan, meskipun kondisi jalan raya di Korea Utara bisa dibilang sangat sepiiiii dari kendaraan karena jumlah kendaraan yang masih sangat sedikit, intinya sangat terbebas dari macet, namun jumlah Polantas-nya bisa dibilang lumayan banyak khususnya di Ibu Kota Korea Utara yaitu Pyongyang.

Bahkan selama 24 jam penuh, selalu ada Polantas yang bertugas, meskipun tidak ada kendaraan yang melintas satu pun. Pengalaman pribadi, seringkali saya berkeliling kota Pyongyang pada malam hari dan pada dini hari menggunakan kendaraan pribadi untuk sekedar melihat suasana 'kegelapan',  'kepekatan' dan gelap gulita-nya kota Pyongyang di malam hari, dan di setiap persimpangan jalan raya selalu ada Polantas dan mereka tetap berdiri di tengah ataupun di pinggir jalan dengan penuh wibawa sambil memegang tongkat lampu, padahal suasanan jalan raya gelaaaaaaaaaap dan kendaraan yang melintas bisa dibilang 'nihil', sungguh disiplin tugas luar biasa. Dan lebih salutnya lagi, mereka tetap disiplin sekalipun pada saat malam hari di musim dingin !!! Gak kebayang berdiri sepanjang malam di pinggir jalan di tengah musim dingin yang suhu real-nya bisa mencapai minus 15 derajat celcius. Satu kata : HEBAT.

Nah, disini saya ingin berbagi beberapa foto Polantas Korea Utara hasil jepretan saya yang saya kumpulkan sejak pertama saya datang ke Korea Utara bulan Nopember 2012 sampai dengan bulan Mei 2015.

Cekidot !


Seorang Polantas Wanita sedang bertugas mengatur lalu lintas ketika lampu lalu lintas di persimpangan ini tidak berfungsi untuk sementara.

1 komentar:

Evening Soiree on The Occasion of the 125th Anniversary of the International Mayday Holiday of the World Workers - Pyongyang, DPRK - 1 May 2015

Setiap tahun pada tanggal 1 Mei merupakan hari buruh internasional atau yang dikenal sebagai MayDay dan dijadikan hari libur (di beberapa negara termasuk Indonesia dan Korea Utara).


Biasanya setiap tanggal 1 Mei, para buruh di hampir seluruh belahan dunia termasuk Indonesia merayakan hari buruh dengan melakukan aksi demonstrasi dengan berbagai macam cara dan berbagai macam tuntutan kepada Pemerintah untuk lebih meningkatkan kesejahteraan kehidupan buruh, seringkali efek dari aksi demonstrasi tersebut terjadi sebuah kericuhan yang akhirnya memakan korban jiwa dan rusaknya sarana dan fasilitas umum.

Tapi kalau di Korea Utara jauh berbeda dengan di Indonesia, mereka memanfaatkan hari buruh tangga 1 Mei (yang juga hari libur) dengan berpiknik atau menghabiskan waktu bersama keluarga, tidak ada demonstrasi apalagi kericuhan. Semua berjalan normal seperti hari libur pada umumnya, selain berpiknik bersama keluarga, cara rakyat Korea Utara dalam memperingati hari buruh (MayDay) adalah dengan melakukan dansa/tarian massal di hampir setiap sudut kota seperti taman, sekolah, kampus dan lapangan atau di tempat-tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul. Tarian massal ini dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dewasa dengan laki-laki menggunakan pakaian rapih (kemeja + dasi) dan perempuannya menggunakan pakaian tradisional Korea.

Nah, pada tanggal 1 Mei 2015 yang lalu, Saya dan isteri beserta 2 orang teman menghadiri undangan untuk menyaksikan tarian massal dalam rangka perayaan  Hari Buruh Internasional ke 125 yang dilaksanakan di Kim Il Sung Square, acaranya berlangsung pada sore hari pukul 18.45 s.d. 20.00 WKU (Waktu Korea Utara) :-D

Seperti biasa, dokumentasi itu sangatlah penting, ini dia foto-fotonya..cekidot !

Saya dan Isteri

1 komentar:

Lensa Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM - Berminat ???



Ada sebuah lensa makro dari Canon, yaitu EF 100mm f/2.8L Macro IS USM. Bagi kalian yang punya hobby fotografi makro dan ingin membeli lensa makro dan kebetulan juga pake kamera DSLR Canon baik itu APS-C ataupun Full Frame, menurut Gue lensa ini recommended banget, kenapa? Gue gak akan menjelaskan panjang lebar di sini, bagi yang ingin tau lebih jelas tentang review dan penjelasan yang lebih lengkap mengenai lensa ini silakan aja kunjungi link berikut ini.


Link 1, Link 2, Link 3, Link 4 atau Cari aja di Google dijamin banyak ulasan tentang lensa ini :-D


Kebetulan Gue punya satu, nah di sini Gue punya sample gambar yang Gue ambil dengan menggunakan lensa ini (Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM) yang Gue 'kolaborasikan' dengan kamera Canon EOS 7D. Lensa ini pula yang Gue gunakan dalam postingan tentang "Minyak dan Air".

Oiya selain sangat recommended untuk makro (karena memang spesialisasinya) lensa ini juga bagus untuk foto potrait, oke deh langsung aja liat hasilnya dan simpulkan sendiri. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu pertimbangan teman-teman yang ingin membeli lensa makro khususnya dengan merk Canon.

Cekidot !!!


Exp. AV, ISO 400, f/8, 1/10 detik

0 komentar:

Figure Skating Festival in Pyongyang - 15 Feb 2015 - Part 2-2


Nah ini kelanjutan dari Jilid 1 . Oiya..peserta.festival Seluncur Indah ini adalah para pemuda dan pemudi Korea Utara yang sudah sangat terlatih dan bahkan banyak juga peserta dari anak-anak, sejak usia dini mereka sudah terlatih dan terbiasa tampil berbagai event internasional. Luar biasa !

Cekidot !

0 komentar:

Figure Skating Festival in Pyongyang - 15 Feb 2015 - Part 1-2


Minggu 15 Februari 2015 festival Figure Skating atau Seluncur Indah kembali digelar di Pyongyang, Korea Utara,  seperti tahun-tahun sebelumnya acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati hari kelahiran Pemimpin Korea Utara yaitu Kim Jong Il. Tahun ini adalah festival seluncur indah ke-24 sekaligus ke-2 kalinya bagi Gue untuk menyaksikannya. Berbeda dengan tahun 2014 yang lalu (Jilid 1 dan Jilid 2) yang pada saat itu banyak diikuti oleh peserta dari luar negara Korea Utara seperti Russia, Bulgaria, Latvia, Italia, Rep. Ceko dan Serbia tapi tidak untuk tahun 2015 ini, tahun ini hanya diikuti oleh peserta dari Korea Utara.

Singkat kata, Gue berkesempatan untuk menyaksikan bersama keluarga dan rekan-rekan serta para perwakilan-perwakilan dari kedutaan asing di Pyongyang.

Oiya.. festival Seluncur Indah ini terangkum juga dalam video yang telah diupload di youtube.com dengan link berikut : https://www.youtube.com/watch?v=bbgQRpBT9QA

Tahun ini Gue berbekal (masih) kamera DSLR Canon EOS 7D, lensa tele-zoom 70-300mm, monopod serta Compact Flash berkapasitas 16 GB sebanyak 2 unit (kali ini berencana mengambil gambar dengan format RAW) jadi butuh memori besar.

Oke, langsung aja Cekidot !

0 komentar:

Galaxy Mini


Sori kalo judulnya rada -memang- gak jelas, Galaxy Mini di sini gak ada kaitannya sama smartphone pabrikan tiiiiiiit *SENSOR (gak boleh sebut merk), sebut saja merknya Samsung.  :-D

Ini masih menyangkut tentang trik 'Minyak dan Air Menyatu' yang gue posting sebelumnya yaitu 'Si Minyak dan Si Air' Jilid 1 dan Jilid 2. Gue sampaikan kembali bahwa trik ini terinspirasi dari sebuah buku berjudul 'Pintar Eksposur' karangan 'Bryan Peterson'.

Gue masih menggunakan media minyak dan air sebagai objek, hanya saja kali ini Gue coba berimprovisasi dan bereksperimen sendiri, latar belakangnya Gue ganti dengan kain berwarna hitam, kemudian dari arah latar belakang tersebut Gue sinari dengan cahaya lampu 'Flashlight',  yang mana lampu tersebut sebuah fitur bawaan dari henpon Samsung Galaxy S4 Mini, sehingga hasilnya -menurut Gue- kayak galaksi luar angkasa. Jadi Gue kasih judul Galaxy Mini. 

Jadi, si minyak dan si air difoto dengan latar belakang hitam yang disinari lampu flashlight dari henpon Samsung Galaxy Mini sehingga hasilnya menjadi Galaxy Mini (-_-) . Sebenarnya pake lampu apa aja juga bisa.

Oke deh, cekidot aja hasilnya !


0 komentar:

Si Minyak dan Si Air - Part 2-2


Sumpah! gue masih kurang puas dengan hasil percobaan dari trik "Air dan Minyak Menyatu" yang gue posting di postingan sebelumnya "Si Minyak dan Si Air" Jilid 1. ;-)

Kemarin, Jum'at, 6 Februari 2015 gue berusaha mencoba lagi, perlengkapan yang gue pake masih sama dengan perlengkapan sebelumnya, namun kali ini gue mencoba menambahkan filter Polarisasi pada lensa, karena kali ini gue melakukan pengambilan gambarnya di bawah pencahayaan sinar matahari langsung, tepatnya di pinggir jendela rumah, nah untuk mengurangi pantulan cahaya matahari terhadap air sekaligus untuk menambah kontras terhadap bentuk objek yang gue foto maka gue tambahin filter polarisasi..

Oiya.. untuk latar belakangnya kali ini gue pake bahan kain batik bercorak merah, biru dan ungu.

Oke langsung aja cekidot hasilnya !

0 komentar:

Si Minyak dan Si Air - Part 1-2


Tak bisa bersatu! tapi bisa berdampingan...itulah yang terjadi antara minyak dan air. Entah sejak kapan mereka --si Minyak dan si Air-- berpisah dan entah apa pula sebab yang membuat mereka pisah, gue gak tau pasti, tapi yang gue tau saat ini mereka berdamai dan mau berdampingan meskipun --tetap-- tidak mau bersatu. Justru dari tidak 'bersatu' itulah yang membuat mereka menjadi lebih spesial dan berperan dalam aspek kehidupan gue, orang tua gue, mertua gue, isteri gue, anak-anak gue, tetangga gue, teman-teman gue, dan semua orang serta makhluk hidup di bumi ini.

Oke..kelamaan basa dan basi yang kalo kelamaan bisa hilang rasa kemudian basi.

Jadi begini..pada hari Kamis, 4 Februari 2015 gue mencoba praktekin salah satu "Trik" fotografi yang gue baca dari sebuah buku berjudul 'Pintar Eksposur' karya Bryan Peterson yaitu trik "Minyak dan Air Menyatu". Judul asli buku ini adalah 'Understanding Eksposure' dan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi 'Berdiri di bawah Ekposur' eh 'Pintar Eksposur'. Di dalam buku ini ada bab yang membahas tentang 'Aperture dan Fotografi Makro' yang salah satunya membahas 'Minyak dan Air'. Buku ini recommended banget buat para pemula yang sedang belajar fotografi --untuk sekedar hobby maupun serius-- agar lebih memahami bagaimana caranya memperoleh eksposur yang pas dalam menghasilkan sebuah foto, bahasa penyampaiannya sederhana dan disertai dengan contoh-contoh foto yang dilengkapi dengan penjelasannya.

Oke, lanjut ke percobaan gue melakukan 'Trik' seperti buku yang gue sebut di atas, sebenernya trik ini masuk ke dalam ranah fotografi makro karena proses pengambilan gambarnya dengan melakukan foto close-up --dengan jarak fokus terdekat-- antara ujung lensa dan mereka (si minyak dan si air) namun kita bisa bebas menentukan jenis latar belakang yang kita mau.

Peralatan yang diperlukan untuk melakukan trik "Minyak dan Air Menyatu" (menurut gue sih bukan menyatu, tapi berdampingan) adalah :

1
Kamera (kalo bisa sih DSLR);
2
Lensa Makro atau bisa juga Lensa Zoom Standar maupun Lensa Tele yang memiliki fungsi makro (disini gue pake lensa Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM Macro);
3
Extension Tube, berfungsi untuk menambah jarak fokus terdekat antara lensa dengan objek (disini gue menggunakan Canon Extension Tube EF 12 II);
4
Tripod, wajib hukumnya pake tripod dalam hal ini;
5
Remote Shutter, sebisa mungkin hindari ‘menyentuh’ langsung tombol rana pada kamera untuk menimilasir gerakan (disini gue pake remote shutter Canon TC-80N3);
6
Loyang kaca, untuk wadah minyak dan air;
7
Gelas, untuk penyangga Loyang kaca;
8
Bahan kain atau baju yang berwarna/bercorak warna warni untuk latar belakang objek;

dan yang terpenting dari semuanya adalah KESABARAN, karena secanggih apapun peralatan yang dipake dalam trik ini tapi kalo gak sabaran maka hasilnya akan PERCUMA.

Jadi...pertama-tama gue taruh loyang kaca di atas empat gelas minum ukuran sedang. Untuk latar belakangnya gue menghamparkan kain pasmina (punya bini gue) bermotif hijau, ungu, merah dan orange, kemudian loyangnya gue isi air sekitar 3 gelas kemudian gue tuang setengah gelas minyak goreng ke dalam air tersebut.

Setelah itu gue posisikan kamera yang telah terpasang di atas tripod --pastikan memasangnya dengan kencang dan kokoh-- tepat di atas loyang yang telah diisi air dan minyak tadi, arahkan kamera ke bawah tepat di atas objek yang mau dijadikan objek, kemudian setel jarak fokus sedekat mungkin (jarak fokus terdekat) antara lensa dengan objek. Gue atur komposisi yang pas dan setel fokus lensa secara manual kemudian gue atur eksposur (sesuai selera) yang menurut gue tepat.

contoh :
Foto ini gue ambil dari halaman buku "Pintar Eksposur"

Dan berikut inilah foto-foto hasil percobaan yang gue lakukan penuh dengan --sebenernya berat banget-- kesabaran..tapi bener kata si Mr. Bryan Peterson bahwa "Membungkuk dengan kamera dan lensa di atas tripod sambil menunggu terbentuknya pengaturan yang tepat dari air dan minyak akan menguji kesabaran Anda, tapi hasilnya sepadan! ":

Cekidot !!!

0 komentar:

Winter Season 3 in Pyongyang

Ini musim dingin tahun ke-3 selama gue tinggal di Pyongyang, menurut gue..musim dingin itu enak karena gak pernah gerah, hehehe. Tapi.. kalo musim dingin di Pyongyang  itu rasanya 'sesuatu' banget, karena listrik bisa 20 kali mati dalam sehari, dari yang durasi matinya cuma 1 detik sampe 3 jam bisa kejadian di sini, yang serem itu kalo mati listriknya cuma 1 detik dan berlangsung 10 kali berturut-turut, bisa bikin jebol perangkat elektronik. Gak cuma listrik yang sering mati, tapi air juga, disaat musim dingin begini air bisa mati seharian tanpa 'penjelasan' yang 'jelas', eh bukan cuma listrik dan air yang sering mati, tapi juga heater di rumah sering mati, sering banget gue panggil orang korea selaku pengelola gedung di tempat gue tinggal dan komplain soal heater yang mati, setelah mereka datang ngecek ke rumah, 1 jam kemudian heaternya berfungsi dan 1 jam berikutnya??? ya...mati lagi... hadeuh... kadang-kadang gue suka kepikiran "KALO SAMA ORANG ASING YANG BAYAR AJA PELAYANANNYA BEGINI, APALAGI RAKYATNYA SENDIRI YANG GRATISAN", padahal orang asing yang tinggal di Pyongyang itu membayar rumah dan listrik setiap bulannya dengan harga yang bisa dibilang setara dengan negara-negara maju, bahkan bisa lebih., eh tapinya.... ya semua sudah tau lah itu uang dari asing itu mengalirnya kemana.. weits..kok jadi ngurusin uang gini ya, oke lupakan perihal 'kemana mengalirnya uang asing' tersebut. "SENSITIF" kalo nyerempet-nyerempet ranah politik di negara komunis ini.


Oke, beralih ke sisi pemandangan aja, saat musim dingin itu pemandangannya gak bagus, sumpah gak indah karena pepohonan, rerumputan, semuanya kering dan berwarna kusam, terkecuali kalo turun hujan salju yang lebat setelahnya bisa jadi keliatan bagus karena ditutupi hamparan salju yang putih. Nah. salju ini lah yang gue tunggu-tunggu, bukan cuma gue yang nunggu sih..tapi semua orang di sini pada nungguin salju, kenapa? masa musim dingin gak ada salju, kan gak seru... turunnya salju di musim dingin itu juga penting loh untuk masa tanam di musim semi nanti, karena semakin banyak salju maka air (dari lelehan salju) yang meresap ke tanah akan banyak dan sangat membantu para petani dalam memulai masa tanam di musim semi nanti.

Musim dingin di Pyongyang tahun ini jarang banget turun salju, dari awal bulan Desember 2014 sampe pertengahan Januari 2015 baru 2 kali hujan salju. Nah terakhir hujan salju kemarin hari Minggu tanggal 18 Januari 2014, salju turun lumayan lebat dari sore sampe malem...hari seninnya, pagi-pagi, gue langsung ngajak anak gue yang pertama jalan-jalan maen seluncuran, waaaahhh seneng banget dia maen salju sampe gak mau diajak pulang, padahal bibirnya sampe biru kedinginan... siang harinya gue sekalian ajak anak gue yang kedua maen salju dan bikin Boneka salju...tapi anak gue yang kedua gak terlalu seneng sama salju..beda banget sama kakaknya yang dari umur 1 tahunan suka banget maen salju..anak yang kedua ini gak terlalu suka sama salju.. Oiya...emaknya kemana?? karena hari Senin, emaknya gawe...sayang sekali jadi gak bisa maen bareng sekeluarga deh kita..

Gue sempat mengabadikan suasana pagi hari pada hari Senin 19 Januari kemarin melalui kamera.. cekidot...

0 komentar:

Di sekitar kita


Kalo lagi bosen di rumah, bingung mau ngapain, mending ambil kamera dan coba ngefoto apa aja yang ada di sekitar ruangan rumah kita, boneka, mainan anak-anak, pokoknya apa aja deh, dengan memotret seperti itu bisa mengurangi kebosanan juga loh...sekaligus melatih kreatifitas dalam mengkomposisikan objek gambar. Tapi sejujurnya, kalo gue lagi bosen, cara terampuh dan paling sering dilakukan adalah makan mie instan terus tidur :-D

0 komentar:

Malam Tahun Baru 2015 di Pyongyang



Di malam yang dingin dan gelap sepi..benakku melayang pada kisah kita..terlalu manis untuk dilupakan..kenangan yang indah bersamamu..

Eits malah kebablasan jadi nyanyi lagu Slank, maksudnya gue itu.. mau bikin paragraf pembuka... hehe

Di malam yang dingin dan gelap sepi (karena memang kenyataannya dingin dan gelap sepi), tanggal 31 Desember 2014 jam 23.15 WKU (Waktu Korea Utara) dengan Mitsubishi Lancer GLX pabrikan tahun 2003 (yang selalu setia membawa saya dan keluarga selama tinggal di Pyongyang) gue, seorang diri (keluarga gak gue ajak, kasian kedinginan, padahal anak gue kepingin banget liat kembang api) meluncur ke kawasan Kim Il Sung Square; dimana seperti 2 tahun sebelumnya (selama saya tinggal di Pyongyang) diselenggarakan pertunjukan kembang api untuk menyambut pergantian tahun dan disaksikan oleh ribuan masyarakat Pyongyang. Belajar dari pengalaman tahun lalu, 31 Desember 2013 pada malam tahun baru 2014, saat itu gue berangkat dari rumah jam 23.00 dan masih dapet tempat parkir yang letaknya gak jauh dari tempat pertunjukan dan tinggal jalan kaki beberapa ratus meter langsung dapet spot nyaman dan bagus buat masang tripod dan pas buat jepret foto, malahan waktu itu gue ngajak orang tua & anak gue. Tapi untuk kali ini gue sendirian aja deh, kasian kalo ngajak anak dinginnya parah bingits...sembari nyetir gue sedikit rada cemas..kayaknya.. "gue telat, ya gue telat nih..pasti", batin gue bergumam, dan ternyata benar, akses jalan raya yang merupakan jalur utama menuju kawasan Kim Il Sung Square sudah ditutup oleh Polantas Pyongyang yang berseragam biru dan kerumunan orang sudah memenuhi trotoar jalan menuju Kim Il Sung Square, akhirnya gue parkirin kendaraan gue di halaman Mall Haedanghwa, setelah turun dan mempersiapkan perlengkapan, gue diem sebentar sambil menyaksikan kerumunan orang sembari bergumam dalam hati "Duh...jalan kakinya jauh nih, dinginnya ampun2an pula, udah padet banget nih orang-orang, berangkat gak ya..." ............meragu...........bimbang.......galau........ "Ah berangkat dah! masa kalah sama orang Korut yang jalan kaki mungkin jarak rumahnya puluhan kilometer". Dan kaki gue pun menapak ke arah kerumunan orang-orang, baru sekitar 100 meter jalan jari-jari kaki rasanya kaku, anginnya lumayan kenceng kena muka rasanya kayak ditabokin, dinginnya beku gileeee, rasanya udah kayak zombie yang baru keluar dari dalam tanah..badan rasanya kaku.

Sekitar 200 meter kemudian, gue jalan di tengah-tengah kerumunan orang menyeberangi Jembatan Okryu, terpaan anginnya makin kenceng...beuh makin mantap dinginnya. Salut buat orang-orang Korut yang antusias buat ngeliat pertunjukan kembang api sampe rela jalan kaki jauh-jauh, ada yang bawa anak kecil, ada Kakek-kakek dan Nenek-nenek yang sudah bungkuk pun ikut jalan kaki berdesak-desakan ditengah suhu yang mencapai minus 9 derajat celcius, luar biasa...hebat. Kemudian di tengah-tengah jembatan ada tentara yang negur gue, "jiaaahh..biasa dah ada aja..klasik banget nih.." (maksudnya biasa, paling bakal ditanya-tanyain), hati gue membisik. Gue ditanya-tanyain; dalam bahasa korea *Ya iyalah pake bahasa Korea, pan elo di Pyongyang..bukan di Bekasi, dan seperti biasa gue jawab dengan bahasa Korea yang seadanya pas-pasan sebisanya gue dilengkapi dengan bahasa tubuh.


Tentara
:
“Anda mau kemana ?
Gue
:
“Mau ke Kim Il Sung Square, mau lihat…lihat… *buka HP liat kamus* lihat kembang api”
Tentara
:
“Dari Negara mana ?”

Gue
:
“Indonesia, …. *Sensor* …. Indonesia”
Tentara
:
“Ooo..ada identitasnya ?”
Gue
:
Ambil dompet dari saku jaket, ngeluarin identitas terus nyodorin “Nih identitasnya”
Tentara
:
“Ok, itu bawa apa ? Di dalam tas ada apa ?”
Gue
:
“Ini tripod, di dalam tas ada kamera”
Tentara
:
“Untuk apa ? Tolong kameranya diperlihatkan”
Gue
:
“Ya buat memfoto lah…masa buat nyisir rambut” gumam gue dalam hati..hehe “Untuk ambil foto kembang api, nih silakan lihat”
Tentara
:
“Ok, silakan, jaga baik-baik barang bawaan anda” wuih..perhatian juga nih tentara.
Gue
:
“Terima kasih”

Sesampainya di ujung jembatan, ada lagi tentara yang negur gue, yaaaelah.... pokoknya yang ditanyain 98,75% sama persis kayak yang ditanyain tentara sebelumnya. Singkat cerita, pas liat jam di pergelangan tangan gue yang udah setengah kaku eh udah jam 23.50, duh kacau dah bisa gak dapet tempat nih, dengan setengah lari gue menerobos kerumunan orang, pokoknya mirip adengan di film Bourne Ultimatum pas adegan si Bourne menerobos kerumunan orang di Stasiun London...*ahay.. akhirnya sampai lah gue di pinggir lapangan Kim Il Sung Square, wah,,udah padet banget...desek-desekan gak karuan..mata orang-orang sudah menuju ke arah sungai Taedong tempat kembang api akan diluncurkan, sedangkan gue masih nyari tempat buat masang tripod, dan gue pun mundur ke arah belakang kerumunan di paling belakang siapa tau ada tempat yang agak legaan dikit, tiba-tiba...Cuiiiiiiiiiiiiiiiiing..... Jejeran cahaya putih meluncur ke atas dan kemudian meledak di udara... Dar der dor dar der dor... diiringi riuh teriakan penonton. Jiaaaah.... kembang apinya udah meluncur sedangkan gue masih menerobos kerumunan buat nyari tempat...akhirnya gue dapet tempat di barisan belakang di pinggir jalan tepat di depan foto raksasa pemimpin Korea Utara terdahulu, yaitu Kil Il Sung dan Kim Jong Il, nah di situ  gue langsung pasang tripod, ngeluarin kamera dan timer cable release , pasang kamera di tripod, colokin timer ke soket kamera, atur komposisi, atur settingan kamera ke blub, dan jepretan pertama pun meledak.. sembari kleyengan nahan dingin gue udah gak tengok-tengok lagi tuh bidikan kamera, gue cuma tekan-teken aja tuh cable release berdasarkan perkiraan gue sampe kembang apinya selesai, dari 36 foto gue seleksi menjadi 8 foto yang menurut gue lumayan, DARIPADA GAK ADA SAMA SEKALI. Pokoknya pada malam tahun baru 2015 ini bisa dibilang lumayan sulit dan butuh perjuangan extra, jalan kaki sejauh 4 km hanya untuk sekedar menyaksikan dan memfoto kembang api yang HANYA BERDURASI 20 MENIT. Setelah pertunjukan selesai, seperti tahun sebelumnya, masyarakat yang menonton langsung 'balik kanan' pulang seolah-olah barusan tidak terjadi apa-apa, gak ada riah riuh terompet, gak ada kumpal-kumpul, semua langsung pulang bergerombol mengikuti jalur yang sudah ditentukan oleh tentara-tentara yang bertugas, bener-bener aneh bin ajaib.

Dalam perjalanan menuju tempat gue memarkir kendaraan pun 3 kali gue ditanya-tanyain lagi sama tentara yang jaga di ujung - tengah - pinggir jembatan, pertanyaanya 95,47% sama lah kayak yang sebelum-sebelumnya dan mereka cuma senyum-senyum kaku gitu pas gue kasih liat hasil jepretan kembang api tadi
('-_- ).

Cekidot aja deh 8 foto yang menurut gue puas gak puas, tapi ini lah hasil usaha gue, daripada gak ada..hehe.. 

0 komentar: